Senin, 10 Agustus 2015

LOOK HERE

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tadi sempat mengunjungi beberapa blog, terus dapat inspirasi buat nulis disini....
Bagi yang lagi ada waktu luang sempetin baca sebentar
Bukan mau berbangga hati, tapi cuma ingin sekedar berbagi

Kali ini saya akan bercerita tentang sedikit dari perjalanan hidup saya
dan mudah-mudahan menginspirasi dan memotivasi bagi yang membaca blog ini

Saya terlahir dari keluarga yang sederhana, anak kedua dari dua orang bersaudara, saya memiliki abang,  alhamdulillah sekarang sudah bekerja sebagai polisi, sudah menikah dan memiliki anak perempuan yang lucu mirip seperti saya (punya mata kecil dan agak sipit, heheh), insya Allah solehah.

Kami ini dibesarkan dari keluarga yang sudah bercerai, dari kecil kami berdua terbiasa tinggal bersama nenek, nenek inilah yang kami anggap sebagai ibu dan ayah pengganti dan 4 tahun yang lalu nenek sudah tiada. Menjadi anak seperti kami tentunya tidak mudah. Banyak jalan, cerita, rintangan untuk tetap menjadi anak biasa seperti anak-anak pada umumnya yang memiliki  keluarga lengkap.  

Dari semua ini saya banyak belajar dari apa yang saya lihat dan apa yang diajarkan oleh nenek dan keluarga saya yang lain. Jujur, saya akui saya tidak begitu dekat dengan orangtua, tetapi setidaknya saya berusaha selalu menghargai, menghormati, dan menyayangi mereka tulus dari hati saya yang paling dalam. Karena Orangtua merupakan kunci sukses seorang anak Sebagaimana firmannya Allah dalam Al-Qur'an Surat Al Isra' (17) ayat 23.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا(23)
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia (Allah) dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu … (QS Al Israa': 23).

Perhatikan ayat Al-Qur'an surat Luqman (31) ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ(14)

Artinya: Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (QS. Luqman: 14).
Untuk anak-anak yang bernasib sama dengan saya, Anak-anak yang haus akan kebahagiaan batin, yang selalu iri akan pemandangan keutuhan keluarga-keluarga lain, yang mungkin penuh keterpaksaan untuk rela menerima takdir yang amat kikir, dan hanya bisa menerimanya dengan dzikir.
Motivasi saya hanya untuk berbagi cerita kepada teman-teman, bahwa kalian tidak sendiri, masih ada saya dan banyak anak-anak broken home lain yang memiliki latar belakang yang sama dengan kita.  Memberi pandangan kepada teman-teman senasib sepengalaman, bahwa broken home bukanlah akhir dari segalanya. Jangan jadikan broken home sebagai alasan untuk hidup brutal tanpa arah tujuan. Sakit hati, kekecewaan itu memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Namun semua itu harus bisa menjadi motivasi untuk kita, bahwa seorang anak broken home itu juga bisa sukses, bisa bangkit dari keterpurukan, tanpa harus ikut tenggelam dalam lautan kesedihan yang mendalam yang mungkin tak akan bisa terobati oleh berbagai macam ramuan.
Yakinlah, kalau semua ini sudah ada yang mengatur. Dia, hanya Dia yang tahu mana yang terbaik untuk kita, orang tua, untuk keluarga kita. Jangan sesalkan takdir yang telah tertulis, mungkin ini akan menjadi ujian untuk kita mendapatkan satu lagi tingkatan derajat lebih tinggi di mata-Nya apabila kita sabar dan ikhlas tuk menerima (Rezky Septia).
Ada quote yang menyatakan  :
"Perceraian atau perpisahan bukanlah akhir tapi adalah sebuah awal dari kemandirian hidup. jika hidup ini keras jangan berdoa agar hidup ini mudah tp brdoalah agar kita sanggup menjalani hidup keras itu". -Ilham Permana Putra-
Anak yang tumbuh dari keluarga broken home bukan berarti buta kasih sayang, nakal, dan juga selalu keras. Memang, broken home sering diidentikan dengan hal-hal yang berbau negatif, tetapi broken home itu gak semua jelek kok! Banyak sekali anak-anak yang berlatar belakang broken home menjadi sukses, bisa menjadikan pengalaman dan kisah pahit hidup sebagai motivasi untuk sukses. Lika-liku kehidupan yang kadang di atas kadang di bawah, memaksa kita dewasa lebih awal, dan itu menjadi tuntutan paling menyebalkan bagi semua anak-anak di dunia.
Meski jalan hidup kita tak semenyenangkan anak-anak lainnya, tetapi ada banyak hal positif yang bisa kita petik dan itulah yang membuat kita menjadi anak-anak yang hebat.
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar