Rabu, 22 April 2015

LAPORAN HASIL PENYULUHAN KEBERSIHAN DIRI




LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN KEBERSIHAN DIRI DENGAN CARA MENGGOSOK GIGI DAN MENCUCI TANGAN SERTA  GIZI SEIMBANG
DI SDN 091 PEKANBARU



1.    Tahap Persiapan
a.       Melakukan konsul dengan pembimbing tentang:
-          Pre-planning penyuluhan kebersihan diri dengan cara menggosok gigi dan mencuci tangan serta gizi seimbang.
-          Pembuatan power point untuk persentasi penyuluhan kebersihan diri dengan cara menggosok gigi dan mencuci tangan serta gizi seimbang
-          Pembuatan leaflet menggosok gigi, mencuci tangan, gizi seimbang.
b.      Mempersiapkan tempat pelaksanaan penyuluhan kebersihan diri dengan cara menggosok gigi dan mencuci tangan serta gizi seimbang di SDN 91 Pekanbaru.

2.    Tahap Pelaksanaan
       Acara dimulai pukul 14.00 WIB. Sasaran seluruh murid kelas 3 SDN 91 Pekanbaru yang berjumlah 75 orang.
No.
Acara
Metode
Waktu

Pembukaan
·     Mengucapkan salam
·     Memperkenalkan mahasiswa yang penyuluhan
·     Menjelaskan tujuan dan kontrak waktu
Ceramah
5 menit








Penyampaian materi
·         Menjelaskan pengertian hipertensi
·         Menjelaskan penyebab rematik
·         Menjelaskan tanda dan gejala rematik
·         Menjelaskan cara perawatan rematik
·         Menjelaskan akibat lanjut dari rematik
·         Menjelaskan pengertian hipertensi
·         Menjelaskan penyebab hipertensi
·         Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
·         Menjelaskan cara perawatan hipertensi
·         Menjelaskan cara pencegahan hipertensi
·         Menjelaskan akibat lanjut dari hipertensi
·         Mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional untuk rematik dan hipertensi.

Ceramah























Peragaan
20 menit









Penutup
·         Meminta peserta untuk mengulang kembali pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat lanjut, pencegahan dan perawatan lansia dengan rematik dan  hipertensi dan obat tradisional. Memberikan reinforcement positif atas jawaban peserta.
·         Menyimpulkan dan menutup diskusi
Tanya Jawab
5 menit

3.      Tahap Evaluasi
1)   Struktur
a.    Tempat sesuai dengan perencanaan dan alat yang dibutuhkan tersedia.
b.    Waktu yang direncanakan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan.
c.    Laporan pendahuluan telah disiapkan sebelum pelaksanaan kegiatan.
2)   Proses
a.    Murid SDN 91 Pekanbaru mengikuti acara dari awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan dengan tertib dan antusias.
b.    Seluruh anak-anak hadir dan mendengarkan penyuluhan yang diberikan dengan tertib.
c.    Murid- murid mengajukan 2 pertanyaan, antara lain :
1). Mengapa gigi kita bisa berlubang?
          Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri. Bakteri pada gigi muncul karena adanya sisa makanan yang tertinggal digigi akibat tidak gosok gigi. Sisa makanan yang tertinggal akan menjadi bakteri dan menjadi asam yang dapat merusak gigi sehingga gigi adik-adik menjadi berlubang. Untuk itu Gosoklah gigi adik-adik setelah makan secara rutin agar gigi adik-adik semua tidak berlubang.
2). Mengapa nafas kita berbau pada saat bangun tidur di pagi hari?
        Nafas yang berbau pada saat bangun tidur dipagi hari deisebabkan oleh tidak menggosok gigi pada malam sebelum tidur. Kalau kita tidak menggosok gigi sebelum tidur, sisa-sisa makanan yang tertinggal disela-sela gigi akan membusuk sehingga mulut kita berbau pada saat bangun dipagi hari.


3)   Evaluasi hasil
a.    Mahasiswa menyampaikan penyuluhan sesuai dengan materi kepada murid SDN 91 Pekanbaru.
b.    Murid-murid mengerti dan memahami tentang materi yang telah disampaikan.





Pre planning kebersihan diri



PRE PLANNING
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG
MENJAGA KEBERSIHAN DIRI DENGAN CARA MENCUCI TANGAN DAN MENGGOSOK GIGI  SERTA GIZI SEIMBANG DI SDN 91 PEKANBARU











OLEH :
KELOMPOK I

Erisman, S.kep
Fahliza Yuliana, S.kep
Gita Defa, S. Kep
Ira Gusrianda, S.kep
Lidya Fitriani, S.kep
Megawati, S.kep
Nanang Suryanto, S.kep
Riza Yunita, S.kep
Selvy Agusmita, S.kep
Siska Sentia Putri Sela, S.kep
Siska Thresia, S.kep
Suparti, S.kep

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES PAYUNG NEGERI
2014
PRE PLANNING
Mata ajar                     : Penyuluhan
Pokok bahasan            : Cara Menjaga Kebersihan Diri dengan cara mencuci tangan dan menggosok gigi serta Gizi Seimbang
Sasaran                        : Murid SDN 91 Pekanbaru
Waktu                         : 30 menit

A.    Latar Belakang
       Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan.
       Upaya pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,2011).
       Usia anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa nantinya. Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah. Sayangnya permasalahan tersebut kurang begitu diperhatikan baik oleh orang tua atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Pada umumnya mereka masih banyak memprioritaskan kesehatan anak balita.
       Orang tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktifitas kehidupannya setiap hari. Peranan mereka sangat dominan dan sangat menentukan kualitas hidup anak di kemudian hari. Sehingga sangatlah penting bagi mereka untuk mengetahui dan memahami permasalahan dan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah yang cukup luas dan kompleks. Deteksi dini gangguan kesehatan anak usia sekolah dapat mencegah atau mengurangi komplikasi dan permasalahan yang diakibatkan menjadi lebih berat lagi. Peningkatan perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah tersebut, diharapkan dapat tercipta anak usia sekolah Indonesia yang cerdas, sehat dan berprestasi.
       Secara epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi. Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut, serta reaksi simpang terhadap makanan akibat buruknya sanitasi dan keamanan pangan.Selain itu risiko gangguan kesehatan pada anak akibat pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana. Selain lingkungan, masalah yang harus diperhatikan adalah membentuk perilaku sehat pada anak sekolah.
       Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia  SD biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri. Penyakit yang cukup mengganggu dan berpotensi mengakibatkan keadaan bahaya hingga mengancam jiwa adalah penyakit menular pada anak sekolah. Sekolah merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi pada anak sekolah. Infeksi menular yang dapat menular di lingkungan sekolah adalah: Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela (campak jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus).Infeksi Kaki, Tangan dan Mulut disebabkan oleh virus entero, virus coxsackie A16, ataupun virus entero 71. Masa inkubasi sekitar 3 - 6 hari. Penularannya sangat cepat diantara usia anak.melalui sentuhan dengan air hidung atau mulut, kencing, ataupun pengeluaran. virus masuk melalui rongga mulut dan saluran cerna.
       Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) diyakini dapat mencegah diare dan ISPA . Begitu juga dengan gosok gigi. Gosok gigi secara teratur sejak usia dini dapat mengurangi kerusakan gigi dan mencegah terjadinya penyakit pencernaan. Dengan rajin CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orang dengan HIV/AIDS. Cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan hanya yang terkait dengan diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kolera dan disentri.
       Begitu juga dengan gizi pada anak usia SD. Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti,absobsi,transportasi,penyimpanan,metabolism dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ,serta menghasilkan energy.
       Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi,yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,tumbuh kembang dan produktif.Oleh karena itu,setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan. Makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah, makanan merupakan sumber untuk membuat anak cerdas.
       Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya diperhatikan detile untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.inilah yang mendorong kami untuk member makalah tentang gizi anak sekolah.(istiqomah,2008).
       Jajanan disekolah yang tidak sehat membuat anak-anak rentan terkena berbagai macam penyakit. Tentunya anak-anak belum bisa membedakan mana makanan yang layak dikonsumsi dan mana makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi. Sehingga orang tua harus memperhatikan pola makan anak dan menyediakan makanan sehat untuk membatu tumbuh kembang anak agar tercipta generasi yang cerdas untuk masa depan.
       Dari latar belakang masalah diatas maka kami mahasiswa profesi keperawatan merasa tertarik untuk melakukan penyuluhan dan demontrasi mengenai cara menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan dan menggosok gigi serta gizi seimbang yang dilakukan kepada siswa SDN 91 Pekanbaru.

B.     Tujuan Instruksional
1.      Tujuan instruksional umum
Setelah mendapat penyuluhan diharapkan peserta dapat mengetahui tentang cara menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan dan menggosok gigi serta gizi seimbang.
2.      Tujuan instruksional khusus
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mampu untuk :
                                         a.      Menyebutkan pengertian kebersihan diri dan Gizi seimbang .
                                        b.      Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor-faktor yang mempengaruhi gizi  seimbang.
                                         c.      Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
                                        d.      Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan diri dan upaya peningkatan gizi pada anak usia sekolah .
                                         e.      Memahami cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik.
                                         f.      Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan  dan menggosok gigi yang benar.
                                        g.      Mampu menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.

  1. Garis  Mata Ajar
1.      Pengertian kebersihan diri dan gizi seimbang.
2.      Faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor yang mempengaruhi gizi seimbang .
3.      Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
4.      Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan diri dan upaya peningkatan gizi pada anak usia sekolah.
5.      Memahami cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik.
6.      Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan dan menggosok gigi yang benar.
7.      Mampu menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.

  1. Metode pembelajaran
1.       Ceramah.

  1. Media pembelajaran
1.      Powerpoint.
2.      Infocus.

  1. Waktu dan tempat
1.      Hari/tanggal          :   Senin, 26 Mei 2014.
2.      jam                        :  14.00 WIB.
3.       tempat                  :  SDN 91 Pekanbaru.

  1. Sasaran
1.       Murid SDN 91 Pekanbaru.

  1. Pengorganisasian
1.      Leader                  : Siska Sentia Putri sela, S.Kep
2.      Co leader              : Fahliza Yuliana, S.Kep
3.      Moderator                        : Lidya Fitriyani, S.Kep
4.      Fasilitator            : Megawati,S. Kep
                                      Ira Gusrianda, S.Kep
                                      Gita Defa Yuwandari, Skep
                                      Nanang Suryanto, S.Kep
                                      Erisman, S.Kep
                                      Suparti, S.Kep
5.      Observer               : Siska Tresia Miranti,S.kep
                               Riza Yunita, S.Kep
6.      Dokumentasi          : Selvy Agusmita, S.Kep

H.    Setting Tempat
CL


I


I
I
P
P
F
F
O
F
F
F
F
D
M
L
 










Keterangan            :
P          : Penyaji (Leader dan Co. Leader)
I           : Murid SD
F          : Fasilitator
O         : Observer
D         : Dokumentasi
M         : Moderator

I.       Kegiatan Penyuluhan
Tahap kegiatan
Kegiatan
Kegiatan pasien dan keluarga
Pembukaan (5 menit)










Menyampaikan materi (20 menit)






















Penutup (5 menit)
-          mengucapkan salam
-          memperkenalkan kelompok
-          menjelaskan tujuan penyuluhan
-          menjelaskan kontrak waktu
-          menjelaskan definisi kebersihan diri
-          menjelaskan faktor penyebab menurunnya kebersihan
-          menjelaskan dampak menurunnya kebersihan
-          menjelaskan mengatasi menurunnya kebersihan,dan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar
-          menanyakan kembali tentang isi dari cerita yang telah disampaikan
-          memberikan reinforcement posisif atas jawaban yang diberikan peserta
-          menyimpulkan dan menutup penyuluhan
-          mengucapkan salam
-          menjawab salam

-          memperhatikan

-          mendengarkan

-          mendengarkan

-          mendengarkan dan memperhatikan

-          mendengarkan dan memperhatikan


-          mendengarkan dan memperhatikan


-          mendengarkan dan memperhatikan





-          mendengarkan dan memperhatikan


-          memberi pertanyaan
-          menjawab



-          mendengarkan


-          menjawab salam

J.         Uraian Tugas
  1. Leader
·         Menyampaikan materi penyuluhan kesehatan tentang cara menjaga kebersihan diri.
  1. Co. Leader
·         Membantu leader saat presentasi.
3.      Moderator
·         Membuka acara.
·         Memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing lapangan maupun pendidikan.
·         Menjelaskan tujuan dan topik.
·         Meminta peserta untuk berperan aktif dalam penyuluhan.
·         Meminta peserta untuk memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami.
·         Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
·         Menyimpulkan dan menutup diskusi.
·         Mengucapkan salam.
4.      Fasilitator
·      Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya kegiatan.
·      Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan awal sampai akhir.
·      Membuat absensi penyuluhan.
  1. Observer
·         Mengamati hasil penyuluhan kesehatan tentang cara menjaga kebersihan diri.
·         Mencatat hasil pelaksanaan penyuluhan kesehatan.
·         Membuat laporan hasil penyuluhan yang telah dilaksanakan.
  1. Dokumentasi
·         Mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan.


K.    Evaluasi
  1. Evaluasi struktur.
a.       Murid SDN 91 Pekanbaru menghadiri acara penyuluhan.
b.      Tempat, waktu, media, dan alat telah tersedia sesuai rencana.
c.       Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan.
  1. Evaluasi proses.
a.       Pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai dengan yang direncanakan.
b.      Peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan penyuluhan.
c.       Peserta berperan aktif selama jalannya kegiatan.
  1. Evaluasi hasil.
Diharapkan peserta penyuluhan kesehatan mampu memahami tentang cara menjaga kebersihan diri.
a.    Menyebutkan pengertian kebersihan diri dan gizi seimbang.
b.    Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor-faktor yang mempengarui gizi seimbang.
c.    Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
d.   Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan diri upaya peningkatan gizi pada anak usia sekolah.
e.    Memahami cara mencuci tangan  dan menggosok gigi yang baik.
f.     Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan dan menggosok gigi yang benar.
g.    Mampu menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.














MATERI

A.      Definisi kebersihan diri
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, tangan/kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).

B.       Faktor Penyebab Menurunnya Kebersihan Diri
1.      Pencemaran lingkungan
Paparan asap yang pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana.
2.      Menurunnya kebersihan perorangan seperti gosok gigi yang tidak baik dan benar, kebiasaan cuci tangan yang tidak pakai sabun.
3.      Perilaku berisiko seperti merokok, perkelahian antar pelajar.

C.    Dampak Menurunnya Kebersihan diri
Menurunnya kebersihan lingkungan atau perorangan pada anak dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular. Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan akut,dan lain –lain.
D.    Cara Mengatasi Menurunnya Kebersihan
1.      Buang sampah pada tempatnya.
2.      Menjaga lingkungan di sekitar kita.
3.      Menjaga kebersihan badan.
a.       Menggosok gigi.
b.      Menyisir rambut.
c.       Mengunting kuku.
d.      Rajin mencuci tangan.

E.     Mencuci Tangan
1.      Defenisi Mencuci Tangan
Mencuci tangan adalah cara mencuci tangan menggunakan sabun untuk membersihkan jari – jari, telapak dan punggung tangan dari semua kotoran, kuman serta bakteri jahat penyebab penyakit.

2.      Prinsip Mencuci Tangan
Cuci tangan yang benar memerlukan sabun dan air mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir dari sebuah botol, gentong, jerigen.
3.    Manfaat dari Kebiasaan Cuci Tangan
a.         Dengan tangan yang bersih dapat mencegah penyakit dan bahan berbahaya lainnya agar tidak masuk tubuh yang dapat menimbulkan sakit.
b.        Membersihkan tangan dari bakteri penyakit, bahan kimia dan kotoran lainnya.
c.         Membiasakan diri untuk selalu hidup bersih dan sehat guna keuntungan diri sendiri dan orang lain.

4.      Alat dan bahan
a.       Air mengalir.
b.      Sabun cuci tangan.
c.       Handuk kecil.

5.    Langkah-langkah mencuci tangan adalah :
a.    Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
b.              Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
c.              Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih.




d.             Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan.
e.       Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
f.               Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.



F.    Menggosok Gigi
1.      Pengertian menggosok gigi
Menggosok gigi adalah kegiatan rutin yang selalu kita lakukan tiap hari, setidaknya 2 kali sehari kita menggosok gigi.

2.      Alat yang digunakan
a.    Sikat gigi.
b.    Pasta gigi.

3.      Tujuan menggosok gigi
a.    Gigi tampak bersih dan putih.
b.    Mengurangi bau mulut.
c.    Mencegah sakit gigi (misal karies gigi/gigi berlubang).

4.      Akibat bila tidak menggosok gigi
a.    Gigi menjadi kuning kecoklatan.
b.    Bau mulut bertambah.
c.    Sakit gigi.

5.      Waktu yang tepat untuk menggosok gigi
a.    Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi setelah sarapan dan kedua menjelang tidur.
b.    Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur.
c.    Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan, dianjurkan untuk kumur-kumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi.

6.      Cara menggosok gigi yang benar
1.    Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat didaerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2.    Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.



3.    Bersihkan permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi sebelah kanan dan kiri dengan gerakan maju mundur, atau mungkin boleh juga dengan sedikit diputar sebanyak 10-20 kali gosokan juga. Lakukan pada rahang atas terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan rahang bawah. Bulu sikat gigi diletakkan tegak lurus menghadap permukaan kunyah gigi.





4.    Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan cela-cela gigi. Rubah posisi sikat sesering mungkin.




5.    Bersihkan permukaan dalam gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit dengan menggunakan teknik modifikasi bass untuk lengkung gigi sebelah kanan dan kiri. Untuk lengkung gigi bagian depan dapat Anda bersihkan dengan cara memegang sikat gigi secara vertikal menghadap ke depan. Lalu gunakan ujung sikat dengan gerakan menarik dari gusi ke arah mahkota gigi. Lakukanlah pada rahang atas terlebih dulu dan dilanjutkan dengan rahang bawah.   




6.    Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.



7.    Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri danasam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.


8.    Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mengering setelah dipakai.
9.    Jangan pernah meminjamkan sikat gigi anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.

G.      Gizi Seimbang
1.    Pengertian Gizi Seimbang
       Diet seimbang adalah diet yang memberikan semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlampau banyak dan juga tidak terlalu sedikit (Almatsier, 2003).

2.    Fungsi Gizi Untuk Anak Sekolah
a.         Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal.
b.         Memperbaiki gizi anak.
c.         Menentukan perkembangan anak untuk usia selanjutnya.

3.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gizi pada Anak Usia Sekolah
a.     Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
        Anak SD yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.
        Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu : fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan sesuatu yang berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan gizi sangat berpengaruh disini. 
b.    Selalu Aktif.
        Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka nutrisi dan energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
        Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
c.       Perubahan Sikap Terhadap Makanan.
        Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera makan yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus digalakan.
d.      Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
        Anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga menarik anak untuk mengkonsumsinya.

4.    Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah
Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan. Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya per hari. Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi.
Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi. Karies disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan disertai dengan kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan disebabkan karena kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya tidak menggunakan alas kaki saat beraktifitas.

5.    Upaya Peningkatan Gizi Anak Sekolah
a.    Upaya Promotif dan Pencegahan.
1)      Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT, Sarapan dll).
2)      Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani.
3)      Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.
4)      Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah.
5)      Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah.
6)      Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar.
7)      Imunisasi anak sekolah.
b.    Upaya Kuratif dan Rehabilitasi.
1)        Penganan pertama kegawat daruratan di sekolah.
2)        Pengananan pertama kecelakaan di sekolah.
3)        Keterlibatan guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku
dan gangguan belaja

6.      Asupan Makanan untuk Anak Usia Sekolah

a.       Karbohidrat

Karbohidrat penting untuk menghasikan energi untuk menunjang aktifitas anak sehari-hari. Makanan sumber karbohidrat yang tak boleh dilewatkan, diantaranya : Beras, jagung, umbi-umbian dan gandum. Kekurangan karbohidrat pada anak bisa menyebabkan penyakit marasmus, yaitu memiliki ciri-ciri : tubuh sangat kurus, wajah cekung, perut cekung, kulit keriput, tekanan darah tidak stabil,  gangguan pernapasan, dll.

b.      Protein

Protein berguna bagi tubuh untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh sekaligus menjadi energy. Protein bisa didapat dari sumber, seperti ikan, susu, daging, ayam, tahu, telur, kacang-kacangan, dan lain-lain. Kekurangan protein pada anak bisa menyebabkan gangguan pada kesehatannya, seperti terhambat pertumbuhan, daya tahan tubuh yang lemah, kerusakan pada liver, dan penyakit marasmus.


c.       Zat Besi

Zat besi berguna untuk membentuk sel darah merah. Hal ini juga berguna untuk mencegah anemia pada anak, dimana suatu kondisi kurangnya pigmen yang berwarna merah pada darah. Dengan demikian, tubuh akan terbantu untuk mengeluarkan karbondioksida dalam sel, dan juga membantu meningkatkan kebugaran tubuh anak. Makanan  sumber zat besi adalah : daging merah, hati sapi, ikan, bayam, kangkung, dan lain-lain. Dampak kekurangan zat besi pada anak adalah anemia, dan ini tidak boleh terjadi terutama pada anak yang dalam masa pertumbuhan .

d.      Asam Folat

Asam folat juga merupakan nutrisi paling penting untuk anak sejak masih dalam kandungan. Folat penting bagi anak khususnya pada masa pertumbuhan dan membantu pembelahan sel. Selain itu, asam folat juga membantu tubuh untuk  memproduksi sel darah merah, dan juga membantu mencegah anemia. Makanan sumber asam folat, diantaranya : bayam, jeruk, jambu biji, semangka, kacang polong, telur, gandum, hati, tomat, kentang, dan lain-lain.


e.       Vitamin A dan C

Vitamin A berguna untuk kesehatan mata, dan vitamin C berguna untuk kulit dan menjaga sistem kekebalan tubuh anak.Makanan yang merupakan sumber vitamin A dan C antara lain adalah, jeruk, wortel, susu, telur, ikan, dan lain-lain. Kekurangan vitamin A pada anak dapat menyebabkan masalah mata, seperti rabun senja hingga kebutaan, sedangkan kekurangan vitamin C bisa menyebabkan mudah terinfeksi, demam, sariawan, gusi berdarah, dan lain-lain.

f.       Yodium

Yodium berguna untuk membatu pertumbuhan, meningkatkan energi, dan bagus untuk perkembangan syaraf. Makanan sumber yodium, diantaranya : ikan laut, bayam, garam beryodium, dan lain-lain.

g.      Lemak

Lemak berguna sebagai pembentukan energi dan berguna juga sebagai pelarut vitamin (A,D, E, dan K). Makanan sumber lemak, : alpokat, kelapa, mentega, ikan, kacang-kacangan.


h.      Mineral

Mineral seperti halnya zat besi, kalium, magnesium dll juga sangat penting untuk kesehatan dan untuk mencegah penyakit. Sumber mineral bisa diperoleh banyak dari makanan seperti: susu dan hasil olahan susu, daging, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, tahu, tempe, dan lain-lain.

i.        Zink

Zink umumnya berguna bagi tubuh untuk memperbaiki pertumbuhan anak, mempercepat penyembuhan luka, merawat mata dan rambut. Makanan sumber zinc antara lain; daging, makanan hasil laut, kacang-kacangan, biji-bijian, dan susu.

j.        Vitamin B complex

Vitamin B complek adalah kelompik vitamin B, dan merupakan nutrisi yang penting untuk otak dan perkembangannya. Fungsi terpenting dari vitamin B complex yaitu, membantu mempertahankan sistem syaraf pusat dan meningkatkan konsentrasi. Vitamin B compleks bisa diperoleh dari sumber makanan seperti : asparagus, pisang, hati sapi, susu dan hasil olahannya, biji-bijian, kacang-kacangan, alpukat, pepaya, dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA

A.Poter, Patricia, Pery, 2002, Ketrampilan dan Prosedur Dasar, Mosby:Elsevier Science.
American Dental Assosiation. Sikat Gigi dan Pasta Gigi Untuk  Anak.http://images.google.co.id. Diakses 26 September 2012.

Anom Permatasari. 2007. Merawat Gigi Sejak Dini. http://www.balipost.com, diposkan tanggal 24 Agustus 2004, diakses tanggal 28 Mei 2012.

Anugerah dan Hendra. 2007. Permasalahan Umum Kesehatan Anak Usia Sekolah. http://anugerah.hendra.or.id/pasca-nikah/3-anak-anak/permasalahan-umum-kesehatan-anak-usia-sekolah/. Diakses tanggal 10 Agustus 2012.

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo.

Depkes dan Kesejahteraan Sosial. 2003. Pedoman penatalaksanaan: Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Depkes dan Kesos.

Djiwandono, Wuryani, Esti, sri. 2005. Konseling dan Terapi dengan Anak dan Orangtua. Jakarta: Grasindo.

Khair, Yuflihul. 2011. Cara menggosok gigi yang baik dan benar. Diperoleh dari http://yuflihul.com/2011/01/-cara-menggosok-gigi-dengan-baik-dan.benar pada tanggal 8 April 2012.

Kidd, Edwina, AM.2003. Dasar-dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: EGC.
Koswara, Sutrisno. 2007. Makanan Bergula dan Kerusakan Gigi.http://www.ebookpangan.com, diakses tanggal 11 Juli 2013.

Machfoed, Ircham. 2005. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak-anak.Yogyakarta: Fitramaya.