PRE PLANNING
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG
MENJAGA KEBERSIHAN DIRI DENGAN CARA MENCUCI TANGAN DAN MENGGOSOK GIGI SERTA GIZI
SEIMBANG DI SDN 91
PEKANBARU
OLEH :
KELOMPOK I
Erisman, S.kep
Fahliza Yuliana, S.kep
Gita Defa, S. Kep
Ira Gusrianda, S.kep
Lidya Fitriani, S.kep
Megawati, S.kep
Nanang Suryanto, S.kep
Riza Yunita, S.kep
Selvy Agusmita, S.kep
Siska Sentia Putri Sela, S.kep
Siska Thresia, S.kep
Suparti, S.kep
PRAKTEK
PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS
PROGRAM
STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES
PAYUNG NEGERI
2014
PRE PLANNING
Mata ajar :
Penyuluhan
Pokok bahasan : Cara Menjaga
Kebersihan Diri dengan cara mencuci tangan dan menggosok gigi serta Gizi
Seimbang
Sasaran :
Murid SDN 91 Pekanbaru
Waktu :
30 menit
A.
Latar
Belakang
Pemeliharaan
kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara
sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya
penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat biaya,
tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan.
Upaya
pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga,
gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya
pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan pentingnya kebersihan diri
tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain
yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,2011).
Usia
anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa
nantinya. Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas adalah suatu masa usia anak yang
sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak
permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari.
Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan,
gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada
umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah.
Sayangnya permasalahan tersebut kurang begitu diperhatikan baik oleh orang tua
atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Pada umumnya mereka
masih banyak memprioritaskan kesehatan anak balita.
Orang
tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktifitas kehidupannya
setiap hari. Peranan mereka sangat dominan dan sangat menentukan kualitas hidup
anak di kemudian hari. Sehingga sangatlah penting bagi mereka untuk mengetahui
dan memahami permasalahan dan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah yang
cukup luas dan kompleks. Deteksi dini gangguan kesehatan anak usia sekolah
dapat mencegah atau mengurangi komplikasi dan permasalahan yang diakibatkan
menjadi lebih berat lagi. Peningkatan perhatian terhadap kesehatan anak usia
sekolah tersebut, diharapkan dapat tercipta anak usia sekolah Indonesia yang
cerdas, sehat dan berprestasi.
Secara
epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah
di Indonesia masih tinggi. Kasus infeksi seperti demam berdarah dengue, diare,
cacingan, infeksi saluran pernapasan akut, serta reaksi simpang terhadap
makanan akibat buruknya sanitasi dan keamanan pangan.Selain itu risiko gangguan
kesehatan pada anak akibat pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan
pembangunan makin meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan
asap, emisi gas buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan
rumah tangga serta gangguan kesehatan akibat bencana. Selain lingkungan,
masalah yang harus diperhatikan adalah membentuk perilaku sehat pada anak
sekolah.
Permasalahan
perilaku kesehatan pada anak usia SD
biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok
gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri.
Penyakit yang cukup mengganggu dan berpotensi mengakibatkan keadaan bahaya
hingga mengancam jiwa adalah penyakit menular pada anak sekolah. Sekolah
merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi
pada anak sekolah. Infeksi menular yang dapat menular di lingkungan sekolah
adalah: Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela (campak
jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus).Infeksi
Kaki, Tangan dan Mulut disebabkan oleh virus entero, virus coxsackie A16,
ataupun virus entero 71. Masa inkubasi sekitar 3 - 6 hari. Penularannya sangat
cepat diantara usia anak.melalui sentuhan dengan air hidung atau mulut,
kencing, ataupun pengeluaran. virus masuk melalui rongga mulut dan saluran
cerna.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Cuci
tangan pakai sabun (CTPS) diyakini dapat mencegah diare
dan ISPA . Begitu juga dengan gosok gigi. Gosok gigi secara teratur sejak usia
dini dapat mengurangi kerusakan gigi dan mencegah terjadinya penyakit
pencernaan. Dengan rajin CTPS
juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orang dengan
HIV/AIDS.
Cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling
murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara
lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan hanya yang
terkait dengan
diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kolera dan disentri.
Begitu
juga dengan gizi pada anak usia SD. Gizi adalah suatu proses organisme
menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses
digesti,absobsi,transportasi,penyimpanan,metabolism dan pengeluaran zat – zat
yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi
normal dari organ – organ,serta menghasilkan energy.
Tak
satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi,yang mampu membuat
seseorang untuk hidup sehat,tumbuh kembang dan produktif.Oleh karena itu,setiap
orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan. Makanan yang beraneka ragam
sangat bermanfaat bagi kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah, makanan
merupakan sumber untuk membuat anak cerdas.
Kesehatan
yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan
ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya diperhatikan detile untuk masalah asupan
gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.inilah yang mendorong kami untuk
member makalah tentang gizi anak sekolah.(istiqomah,2008).
Jajanan
disekolah yang tidak sehat membuat anak-anak rentan terkena berbagai macam
penyakit. Tentunya anak-anak belum bisa membedakan mana makanan yang layak
dikonsumsi dan mana makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi. Sehingga orang
tua harus memperhatikan pola makan anak dan menyediakan makanan sehat untuk
membatu tumbuh kembang anak agar tercipta generasi yang cerdas untuk masa
depan.
Dari latar belakang masalah diatas maka kami mahasiswa profesi
keperawatan merasa tertarik
untuk melakukan penyuluhan dan demontrasi mengenai cara menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci
tangan dan menggosok gigi serta gizi seimbang yang dilakukan kepada siswa SDN
91 Pekanbaru.
B. Tujuan Instruksional
1.
Tujuan
instruksional umum
Setelah mendapat penyuluhan diharapkan peserta
dapat mengetahui tentang cara menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan dan menggosok gigi
serta gizi seimbang.
2.
Tujuan
instruksional khusus
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta
mampu untuk :
a.
Menyebutkan
pengertian kebersihan diri dan Gizi seimbang .
b.
Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor-faktor yang mempengaruhi gizi seimbang.
c.
Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
d.
Mengetahui cara
mengatasi menurunnya kebersihan diri dan upaya peningkatan gizi pada anak usia sekolah .
e.
Memahami cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik.
f.
Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan dan menggosok
gigi yang
benar.
g.
Mampu
menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.
- Garis Mata Ajar
1.
Pengertian kebersihan diri dan gizi seimbang.
2.
Faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor yang mempengaruhi gizi seimbang .
3.
Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
4.
Mengetahui cara
mengatasi menurunnya kebersihan diri dan upaya
peningkatan gizi pada anak usia sekolah.
5.
Memahami cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik.
6.
Mampu mendemonstrasikan cara cuci tangan dan menggosok gigi yang benar.
7.
Mampu
menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.
- Metode pembelajaran
1. Ceramah.
- Media pembelajaran
1. Powerpoint.
2. Infocus.
- Waktu dan tempat
1. Hari/tanggal : Senin, 26 Mei 2014.
2. jam :
14.00 WIB.
3. tempat :
SDN
91 Pekanbaru.
- Sasaran
1. Murid SDN 91 Pekanbaru.
- Pengorganisasian
1. Leader : Siska Sentia Putri sela,
S.Kep
2. Co leader : Fahliza Yuliana, S.Kep
3. Moderator :
Lidya Fitriyani, S.Kep
4. Fasilitator : Megawati,S.
Kep
Ira
Gusrianda, S.Kep
Gita
Defa Yuwandari, Skep
Nanang
Suryanto, S.Kep
Erisman,
S.Kep
Suparti,
S.Kep
5.
Observer : Siska Tresia Miranti,S.kep
Riza Yunita, S.Kep
6. Dokumentasi : Selvy Agusmita, S.Kep
H.
Setting Tempat
Keterangan :
P : Penyaji (Leader dan Co. Leader)
I : Murid
SD
F : Fasilitator
O : Observer
D :
Dokumentasi
M :
Moderator
I.
Kegiatan Penyuluhan
|
Tahap kegiatan
|
Kegiatan
|
Kegiatan pasien dan keluarga
|
|
Pembukaan (5 menit)
Menyampaikan materi (20 menit)
Penutup (5 menit)
|
-
mengucapkan
salam
-
memperkenalkan
kelompok
-
menjelaskan
tujuan penyuluhan
-
menjelaskan
kontrak waktu
-
menjelaskan
definisi kebersihan diri
-
menjelaskan
faktor penyebab menurunnya
kebersihan
-
menjelaskan
dampak menurunnya kebersihan
-
menjelaskan
mengatasi menurunnya kebersihan,dan
cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar
-
menanyakan
kembali tentang isi dari cerita yang telah disampaikan
-
memberikan
reinforcement posisif atas jawaban yang diberikan peserta
-
menyimpulkan
dan menutup penyuluhan
-
mengucapkan
salam
|
-
menjawab
salam
-
memperhatikan
-
mendengarkan
-
mendengarkan
-
mendengarkan
dan memperhatikan
-
mendengarkan
dan memperhatikan
-
mendengarkan
dan memperhatikan
-
mendengarkan
dan memperhatikan
-
mendengarkan
dan memperhatikan
-
memberi
pertanyaan
-
menjawab
-
mendengarkan
-
menjawab
salam
|
J.
Uraian Tugas
- Leader
·
Menyampaikan materi penyuluhan
kesehatan tentang cara menjaga
kebersihan diri.
- Co. Leader
·
Membantu leader saat presentasi.
3. Moderator
·
Membuka acara.
·
Memperkenalkan
mahasiswa dan pembimbing lapangan maupun pendidikan.
·
Menjelaskan tujuan dan topik.
·
Meminta
peserta untuk berperan aktif dalam penyuluhan.
·
Meminta
peserta untuk memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami.
·
Memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
·
Menyimpulkan dan menutup diskusi.
·
Mengucapkan salam.
4. Fasilitator
·
Memotivasi peserta untuk berperan aktif
selama jalannya kegiatan.
·
Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan awal sampai
akhir.
·
Membuat absensi penyuluhan.
- Observer
·
Mengamati hasil penyuluhan
kesehatan tentang cara menjaga
kebersihan diri.
·
Mencatat hasil pelaksanaan
penyuluhan kesehatan.
·
Membuat laporan hasil
penyuluhan yang telah dilaksanakan.
- Dokumentasi
·
Mendokumentasikan pelaksanaan
kegiatan penyuluhan kesehatan.
K.
Evaluasi
- Evaluasi struktur.
a. Murid SDN 91 Pekanbaru menghadiri acara penyuluhan.
b. Tempat, waktu, media, dan alat telah
tersedia sesuai rencana.
c. Peran dan tugas mahasiswa sesuai
perencanaan.
- Evaluasi proses.
a. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai
dengan yang direncanakan.
b. Peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan
penyuluhan.
c. Peserta berperan aktif selama jalannya
kegiatan.
- Evaluasi hasil.
Diharapkan peserta penyuluhan
kesehatan mampu memahami tentang cara
menjaga kebersihan diri.
a.
Menyebutkan
pengertian kebersihan diri dan gizi seimbang.
b.
Mengetahui faktor – faktor penyebab menurunnya kebersihan diri dan faktor-faktor yang mempengarui gizi seimbang.
c.
Memahami dampak dari menurunnya kebersihan diri dan gangguan gizi pada anak usia sekolah.
d.
Mengetahui cara mengatasi menurunnya kebersihan diri upaya peningkatan gizi pada anak usia sekolah.
e.
Memahami cara
mencuci tangan dan menggosok
gigi yang baik.
f.
Mampu
mendemonstrasikan cara cuci tangan dan menggosok gigi yang benar.
g.
Mampu
menyebutkan apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.
MATERI
A.
Definisi
kebersihan diri
Kebersihan diri adalah upaya
individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi
dan mulut, mata, telinga, tangan/kuku, kulit, dan kebersihan dalam
berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy, 1997).
B. Faktor Penyebab Menurunnya Kebersihan Diri
1. Pencemaran lingkungan
Paparan
asap yang pencemaran lingkungan dari berbagai proses kegiatan pembangunan makin
meningkat. Seperti makin meluasnya gangguan akibat paparan asap, emisi gas
buang sarana transportasi, kebisingan, limbah industri dan rumah tangga serta
gangguan kesehatan akibat bencana.
2. Menurunnya kebersihan perorangan seperti gosok gigi yang tidak
baik dan benar, kebiasaan cuci tangan yang tidak pakai sabun.
3.
Perilaku berisiko seperti merokok, perkelahian antar
pelajar.
C. Dampak Menurunnya Kebersihan diri
Menurunnya kebersihan lingkungan atau perorangan pada anak dapat
mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular. Kasus
infeksi seperti demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran
pernapasan akut,dan lain –lain.
D. Cara Mengatasi Menurunnya Kebersihan
1. Buang sampah pada tempatnya.
2. Menjaga lingkungan di sekitar kita.
3. Menjaga kebersihan badan.
a.
Menggosok gigi.
b.
Menyisir rambut.
c.
Mengunting kuku.
d.
Rajin mencuci
tangan.
E. Mencuci Tangan
1.
Defenisi Mencuci
Tangan
Mencuci tangan
adalah cara mencuci tangan menggunakan
sabun untuk membersihkan jari – jari, telapak dan punggung tangan dari semua kotoran,
kuman serta bakteri jahat penyebab penyakit.
2. Prinsip
Mencuci Tangan
Cuci tangan yang benar memerlukan sabun dan air
mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir
dari sebuah botol, gentong, jerigen.
3. Manfaat
dari Kebiasaan Cuci Tangan
a.
Dengan tangan yang bersih dapat mencegah
penyakit dan bahan berbahaya lainnya agar tidak masuk tubuh yang dapat
menimbulkan sakit.
b.
Membersihkan tangan dari bakteri
penyakit, bahan kimia dan kotoran lainnya.
c.
Membiasakan diri untuk selalu hidup
bersih dan sehat guna keuntungan diri sendiri dan orang lain.
4. Alat
dan bahan
a. Air
mengalir.
b. Sabun
cuci tangan.
c. Handuk
kecil.
5. Langkah-langkah mencuci tangan adalah :
a. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan
lengan memakai air yang mengalir,
ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
b.
Usap dan gosok
juga kedua punggung tangan secara bergantian.
c.
Jangan lupa
jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih.
d.
Bersihkan ujung
jari secara bergantian dengan mengatupkan.
e. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
f.
Letakkan ujung
jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.
F. Menggosok
Gigi
1. Pengertian menggosok gigi
Menggosok gigi adalah kegiatan rutin yang selalu kita lakukan tiap hari,
setidaknya 2 kali sehari kita menggosok gigi.
2. Alat
yang digunakan
a.
Sikat gigi.
b.
Pasta gigi.
3. Tujuan menggosok gigi
a.
Gigi
tampak bersih dan putih.
b.
Mengurangi
bau mulut.
c.
Mencegah
sakit gigi (misal karies gigi/gigi berlubang).
4. Akibat bila tidak menggosok
gigi
a. Gigi menjadi kuning kecoklatan.
b. Bau mulut bertambah.
c. Sakit gigi.
5. Waktu yang tepat untuk
menggosok gigi
a. Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam
sehari yaitu pagi setelah sarapan dan kedua menjelang tidur.
b. Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah
makan dan menjelang tidur.
c. Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan,
dianjurkan untuk kumur-kumur dengan air yang bersih untuk mengurangi
sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi.
6. Cara menggosok gigi yang
benar
1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat
membentuk sudut 45 derajat didaerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2.
Gerakan sikat dengan lembut
dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap
gigi atas dan bawah dengan
posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis
gusi agar sisa makanan yang
mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
3. Bersihkan permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi
sebelah kanan dan kiri dengan gerakan maju mundur, atau mungkin boleh juga
dengan sedikit diputar sebanyak 10-20 kali gosokan juga. Lakukan pada rahang
atas terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan rahang bawah. Bulu sikat gigi
diletakkan tegak lurus
menghadap permukaan kunyah gigi.
4.
Gunakan hanya ujung bulu
sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat
tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan cela-cela gigi. Rubah posisi sikat sesering
mungkin.
5.
Bersihkan permukaan
dalam gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit dengan menggunakan teknik
modifikasi bass untuk lengkung gigi sebelah kanan dan kiri.
Untuk lengkung gigi bagian depan dapat Anda bersihkan dengan cara memegang
sikat gigi secara vertikal menghadap ke depan. Lalu gunakan ujung sikat dengan
gerakan menarik dari gusi ke arah mahkota gigi. Lakukanlah pada rahang atas
terlebih dulu dan dilanjutkan dengan rahang bawah.
6.
Sikat lidah untuk
menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7.
Pilihlah
sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi
pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi
terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri danasam
menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi
telah terkikis.
8.
Ganti
sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mengering setelah
dipakai.
9.
Jangan
pernah meminjamkan sikat gigi anda kepada orang lain karena sikat
gigi mengandung bakteri yang dapat
berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
G. Gizi Seimbang
1.
Pengertian Gizi Seimbang
Diet seimbang adalah diet yang memberikan
semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlampau banyak dan juga tidak
terlalu sedikit (Almatsier, 2003).
2.
Fungsi Gizi Untuk Anak Sekolah
a.
Supaya
pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal.
b.
Memperbaiki
gizi anak.
c.
Menentukan
perkembangan anak untuk usia selanjutnya.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gizi pada Anak Usia
Sekolah
a. Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
Anak SD yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan
masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan
yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian
terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk
perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.
Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu :
fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan sesuatu yang
berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat
mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk
mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak pertama
yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan gizi
sangat berpengaruh disini.
b. Selalu Aktif.
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka nutrisi dan
energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah
merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar
mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi
yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah
tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai
gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
c.
Perubahan
Sikap Terhadap Makanan.
Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera makan
yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi
oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa
inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus
digalakan.
d.
Tidak
suka makanan-makanan yang bergizi.
Anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi
makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria makanan
yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang banyak mengandung
gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga menarik anak untuk
mengkonsumsinya.
4. Gangguan Gizi Pada Anak
Sekolah
Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada usia
sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena kekurangan zat
besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan. Obesitas biasanya
disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya per hari.
Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi.
Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga
dapat menyebabkan terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi.
Karies disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan
disertai dengan kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan
disebabkan karena kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya
tidak menggunakan alas kaki saat beraktifitas.
5. Upaya Peningkatan Gizi Anak
Sekolah
a. Upaya
Promotif dan Pencegahan.
1) Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT, Sarapan
dll).
2) Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani.
3) Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.
4) Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak
sekolah.
5) Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah.
6) Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar.
7) Imunisasi anak sekolah.
b. Upaya
Kuratif dan Rehabilitasi.
1)
Penganan
pertama kegawat daruratan di sekolah.
2)
Pengananan
pertama kecelakaan di sekolah.
3)
Keterlibatan
guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku
dan gangguan belaja
6.
Asupan Makanan untuk Anak Usia Sekolah
a. Karbohidrat
Karbohidrat penting untuk
menghasikan energi untuk menunjang aktifitas anak sehari-hari. Makanan sumber
karbohidrat yang tak boleh dilewatkan, diantaranya : Beras, jagung, umbi-umbian dan gandum. Kekurangan
karbohidrat pada anak bisa menyebabkan penyakit marasmus, yaitu memiliki ciri-ciri
: tubuh sangat kurus, wajah cekung, perut cekung, kulit keriput, tekanan darah
tidak stabil, gangguan pernapasan, dll.
b. Protein
Protein berguna bagi tubuh
untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh sekaligus menjadi energy. Protein
bisa didapat dari sumber, seperti ikan, susu, daging, ayam, tahu, telur,
kacang-kacangan, dan lain-lain. Kekurangan protein pada anak bisa menyebabkan
gangguan pada kesehatannya, seperti terhambat pertumbuhan, daya tahan tubuh
yang lemah, kerusakan pada liver, dan penyakit marasmus.
c. Zat Besi
Zat besi berguna untuk
membentuk sel darah merah. Hal ini juga berguna untuk mencegah anemia pada
anak, dimana suatu kondisi kurangnya pigmen yang berwarna merah pada darah.
Dengan demikian, tubuh akan terbantu untuk mengeluarkan karbondioksida dalam
sel, dan juga membantu meningkatkan kebugaran tubuh anak. Makanan sumber
zat besi adalah : daging merah, hati sapi, ikan, bayam, kangkung, dan
lain-lain. Dampak kekurangan zat besi pada anak adalah anemia, dan ini tidak
boleh terjadi terutama pada anak yang dalam masa pertumbuhan .
d. Asam Folat
Asam folat juga merupakan
nutrisi paling penting untuk anak sejak masih dalam kandungan. Folat penting
bagi anak khususnya pada masa pertumbuhan dan membantu pembelahan sel. Selain
itu, asam folat juga membantu tubuh untuk memproduksi sel darah merah,
dan juga membantu mencegah anemia. Makanan sumber asam folat, diantaranya :
bayam, jeruk, jambu biji, semangka, kacang polong, telur, gandum, hati, tomat, kentang, dan lain-lain.
e. Vitamin A dan C
Vitamin A berguna untuk
kesehatan mata, dan vitamin C berguna untuk kulit dan menjaga sistem kekebalan
tubuh anak.Makanan yang merupakan sumber vitamin A dan C antara lain adalah,
jeruk, wortel, susu, telur, ikan, dan lain-lain. Kekurangan vitamin A pada anak
dapat menyebabkan masalah mata, seperti rabun senja hingga kebutaan, sedangkan
kekurangan vitamin C bisa menyebabkan mudah terinfeksi, demam, sariawan, gusi
berdarah, dan lain-lain.
f. Yodium
Yodium berguna untuk
membatu pertumbuhan, meningkatkan energi, dan bagus untuk perkembangan syaraf.
Makanan sumber yodium, diantaranya : ikan laut, bayam, garam beryodium, dan
lain-lain.
g. Lemak
Lemak berguna sebagai
pembentukan energi dan berguna juga sebagai pelarut vitamin (A,D, E, dan K).
Makanan sumber lemak, : alpokat, kelapa, mentega, ikan, kacang-kacangan.
h. Mineral
Mineral seperti halnya zat
besi, kalium, magnesium dll juga sangat penting untuk kesehatan dan untuk
mencegah penyakit. Sumber mineral bisa diperoleh banyak dari makanan seperti:
susu dan hasil olahan susu, daging, sayuran
hijau,
kacang-kacangan, ikan, tahu, tempe, dan lain-lain.
i.
Zink
Zink umumnya berguna bagi
tubuh untuk memperbaiki pertumbuhan anak, mempercepat penyembuhan luka, merawat
mata dan rambut. Makanan sumber zinc antara lain; daging, makanan hasil laut,
kacang-kacangan, biji-bijian, dan susu.
j.
Vitamin
B complex
Vitamin B complek adalah
kelompik vitamin B, dan merupakan nutrisi yang penting untuk otak dan perkembangannya.
Fungsi terpenting dari vitamin B complex yaitu, membantu mempertahankan sistem
syaraf pusat dan meningkatkan konsentrasi. Vitamin B compleks bisa diperoleh
dari sumber makanan seperti : asparagus, pisang, hati sapi, susu dan hasil
olahannya, biji-bijian, kacang-kacangan, alpukat, pepaya, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
A.Poter, Patricia, Pery, 2002, Ketrampilan dan Prosedur Dasar,
Mosby:Elsevier Science.
American Dental Assosiation. Sikat Gigi dan
Pasta Gigi Untuk Anak.http://images.google.co.id. Diakses 26 September 2012.
Anom Permatasari. 2007. Merawat
Gigi Sejak Dini. http://www.balipost.com, diposkan tanggal 24 Agustus 2004,
diakses tanggal 28 Mei 2012.
Anugerah dan Hendra. 2007. Permasalahan
Umum Kesehatan Anak Usia Sekolah. http://anugerah.hendra.or.id/pasca-nikah/3-anak-anak/permasalahan-umum-kesehatan-anak-usia-sekolah/.
Diakses tanggal 10 Agustus 2012.
Arsyad, Azhar. 2003. Media
Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo.
Depkes dan Kesejahteraan Sosial.
2003. Pedoman penatalaksanaan: Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta:
Depkes dan Kesos.
Djiwandono, Wuryani, Esti, sri.
2005. Konseling dan Terapi dengan Anak dan Orangtua. Jakarta: Grasindo.
Kidd, Edwina, AM.2003. Dasar-dasar
Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Jakarta: EGC.
Koswara, Sutrisno. 2007. Makanan
Bergula dan Kerusakan Gigi.http://www.ebookpangan.com, diakses tanggal 11
Juli 2013.
Machfoed, Ircham. 2005. Menjaga
Kesehatan Gigi dan Mulut Anak-anak.Yogyakarta: Fitramaya.